Halo, Rekan ArtonLabs. Ini artikel penutup seri VinzaPanel kami, dan kali ini tentang bagian yang paling sering membuat orang bertanya: plugin.
Di artikel pertama kami menyebut inti VinzaPanel sengaja dibuat kecil. Konsekuensinya, hampir semua hal menarik ada di plugin. Ada puluhan, dipasang dari Vinza Store tanpa me-restart panel, dan masing-masing menambahkan menu serta halamannya sendiri. Berikut yang menurut kami paling berguna, dikelompokkan menurut pekerjaan yang diselesaikannya, ditambah sedikit tentang cara plugin ini dibangun.
Cara memasangnya
Buka Plugin Store di panel, cari, pasang. Menu baru muncul di sidebar dalam hitungan detik, tanpa restart. Plugin gratis tersedia di semua paket; plugin premium mulai paket Profesional. Melepas plugin sama mudahnya, dan plugin yang tidak dipasang tidak memakan memori sama sekali. Itu alasan kami menyarankan memasang seperlunya, bukan semuanya sekaligus. Kalau ragu apakah sebuah plugin benar-benar dipakai, lihat Task Manager dan Audit Log; keduanya menunjukkan plugin mana yang pernah melakukan sesuatu.
WordPress Manager dan App Installer
App Installer memasang WordPress, Joomla, Drupal, Laravel, dan beberapa aplikasi lain ke dalam website lewat wizard: pilih situs, isi nama database dan akun admin, selesai. Yang lebih kami andalkan adalah WordPress Manager: ia menemukan setiap instalasi WordPress di server dan mengelola pembaruan inti, plugin, tema, pengguna, WP-Cron, dan databasenya dari satu halaman. Untuk agensi yang merawat puluhan situs WordPress, ini menghemat banyak waktu, dan lebih penting lagi, membuat pembaruan keamanan tidak tertunda hanya karena lupa.
Docker Manager
Kontainer, image, volume, jaringan, dan stack Compose dikelola dari UI. Kontainer bisa dibuat ulang dengan konfigurasi baru, lognya dibaca, dan terminal ke dalamnya dibuka dari browser. Port kontainer dipetakan ke domain dengan SSL. Selama menguji plugin ini kami hampir tidak menyentuh perintah docker lagi. Untuk aplikasi pihak ketiga yang hanya menyediakan berkas Compose, ini jalur tercepat dari "unduh" ke "hidup di domain sendiri".
Mail Server
Plugin Mail Server mengonfigurasi Postfix dan Dovecot, lalu membuat record MX, SPF, DKIM, dan DMARC secara otomatis di zona DNS Anda. Ada juga "deliverability doctor" untuk memeriksa mengapa email tidak sampai, yang biasanya jawabannya ada di salah satu record tadi atau di reputasi alamat IP. Webmail tersedia mulai paket Starter. Email memang bagian hosting yang paling banyak jebakannya, jadi alat yang langsung menunjuk record mana yang salah sangat membantu.
Database dan cache
MariaDB, PostgreSQL, dan MongoDB punya plugin masing-masing untuk database, pengguna, indeks, backup, sampai konfigurasi server. phpMyAdmin tersedia bagi yang sudah terbiasa. Untuk performa ada Redis, Memcached, dan Varnish Cache, semuanya dikelola dari panel termasuk pengaturan memorinya. Untuk WordPress atau Laravel yang ramai, Redis sebagai cache objek biasanya perubahan kecil dengan efek paling terasa.
Pindah dari cPanel
Plugin cPanel Migration mengimpor website, database, akun email, zona DNS, dan cron job dari berkas backup cPanel atau WHM. Kami sendiri memindahkan situs-situs kami dari panel lain beberapa waktu lalu, dan bagian yang paling melelahkan dari pekerjaan seperti itu justru detail kecil: hak akses berkas, versi PHP, record DNS yang terlupa, sertifikat yang belum mencakup www. Alat yang terstruktur sangat membantu, dan sisanya adalah daftar periksa yang Anda buat sendiri.
Alat harian
File Manager dan FileManager Pro dengan operasi massal, editor, unggah, dan arsip. Terminal web, SSH Manager, dan FTP Manager dengan chroot per pengguna. Cron Manager untuk tugas terjadwal dengan riwayat eksekusi, Task Manager untuk melihat pekerjaan latar, dan Supervisor untuk proses yang harus selalu hidup. Statistics untuk laporan lalu lintas, galat, dan geografi pengunjung. Uptime & SSL Monitor untuk peringatan dini. Components untuk memasang atau melepas web server, database, runtime, cache, dan layanan mail dari satu tempat, berguna saat menyiapkan server baru.
Plugin keamanan
Kami membahasnya lebih panjang di artikel tentang keamanan, tetapi daftarnya layak diulang: WAF ModSecurity, Fail2Ban, Vinza Scanner, ClamAV, Site Lock, Security Headers, Port Scanner, SSL Manager, dan CSF. Masing-masing dipasang terpisah, jadi Anda bisa memulai dari yang paling mendesak.
Membuat plugin sendiri
Plugin juga bisa Anda buat sendiri, dan kami pernah melakukannya untuk kebutuhan riset internal. Sebuah plugin adalah folder dengan berkas keterangan, kode Python, dan templat. Titik perluasannya terdokumentasi: menu sidebar, widget dasbor, alat per-website, dan hook peristiwa seperti "website dibuat" atau "backup selesai". Skrip siklus hidup, misalnya saat pemasangan, dijalankan lewat agen sebagai root dengan kontrak yang jelas, dan semua operasi sistem lainnya harus lewat agen juga, dengan daftar perintah yang sama seperti inti panel. Setiap paket diverifikasi tanda tangannya sebelum dijalankan, dan lisensi plugin berbayar diperiksa saat pemasangan.
Bagi pengembang, ini berarti plugin Anda tidak bisa "tanpa sengaja" menjadi lubang keamanan hanya karena memanggil perintah sistem secara langsung; panel tidak mengizinkannya. Awalnya terasa membatasi, lama-lama terasa melegakan.
Plugin pertama yang kami pasang di server baru
Urutan kami biasanya: Let's Encrypt, karena tanpa HTTPS tidak ada yang bisa dimulai. Fail2Ban, sebelum alamat server tersebar. Uptime & SSL Monitor, supaya kami tahu kalau ada yang mati. Lalu backup ke S3. Baru setelah itu yang bergantung pada kebutuhan situs: Python Deploy atau WordPress Manager, Redis kalau ada yang perlu cache, Mail Server hanya kalau memang akan mengirim email dari server itu. Lima plugin pertama memakan waktu kurang dari sepuluh menit, dan setelahnya server sudah layak dipakai orang lain.
Yang sering ditanyakan
Apakah plugin premium dibayar per server? Plugin premium ikut paket berlangganan panel, dan paket itu berlaku per server atau per armada untuk paket Multi. Tidak ada pembelian satuan per plugin.
Bagaimana pembaruannya? Dari Vinza Store juga. Versi baru muncul di daftar, dan pembaruan diverifikasi tanda tangannya seperti pemasangan pertama.
Apakah melepas plugin menghapus datanya? Tergantung plugin; yang mengelola layanan seperti database biasanya membiarkan layanan dan datanya tetap ada dan hanya melepas antarmukanya. Baca keterangan plugin sebelum melepasnya, dan seperti biasa, backup dulu.
Daftar lengkapnya ada di katalog plugin VinzaPanel. Saran kami: pasang yang Anda butuhkan saja. Inti yang ringan itu justru enak dinikmati kalau tidak buru-buru diisi penuh.
Sampai di sini seri VinzaPanel kami, Rekan ArtonLabs. Terima kasih sudah mengikuti; pertanyaan dan usulan topik lanjutan bisa dikirim lewat halaman kontak.